Menu..
HOME
THE DIARY
FROM MY KITCHEN
MY POEMS
ARTICLES
PHOTO GALLERY
Latest Post..
Popular
Lastest Comments
Cinta yang Sederhana...
bole ga????
bole aku jadiin catatan ga di fb ku???
22/11/09 13:42 More...
By iin

membuat pancake itu mudah!
pertanyaan
kalau pakau susu cair biasa boleh tidak? :?
22/11/09 11:25 More...
By silviana

Tips Kecil Mengatasi Cemburu.....
bagus bukk.... tips nya btw yg kumpulan tipsnya bisa di bag...
21/11/09 13:39 More...
By muki

Selingkuh Emosional? Kenali Ta...
:cry aq dah sedia payung besar,tapi basah kena hujan juga...
19/11/09 19:49 More...
By ratna

sembilan tahun...
9 tahun?
weh meh podo. Aku juga setelah 9 tahun akhirnya menikah :D
19/11/09 11:47 More...
By phery

syndicate..

PageRank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Blog Directory & Search engine

PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Google bot last visit powered by Gbotvisit.com Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com

 

 
Piplres 2009 dan Ajaran Defens Mekanism Print E-mail
Written by Fanya Ardianto   
Wednesday, 08 July 2009
Alhamdulillah, tadi pagi sudah nyontreng. Meski pilihan saya dan si tuan berbeda tapi itu sama sekali bukan masalah. Saya dan si tuan memang terikat sebagai suami istri, tapi soal memilih calon presiden, itu hak independen masing-masing kami.
 
Ketika ternyata pilihan si tuan lebih unggul dari pilihan saya, itu juga bukan suatu hal yang membuat kami harus berjarak. Saya tak perlu merasa kecil hati. Karena saya, sejauh ini, merasa bahwa pemilu ini sudah berjalan dengan semestinya. Di daerah saya, di daerah orang tua saya, di daerah beberapa saudara dan beberapa kawan saya, tak ada masalah DPT yang krusial. 
 
Saya tidak tahu mengapa DPT (Daftar Pemilih Tetap) menjadi satu isu yang santer dihembuskan pada Pemilu kali ini. Ada yang membandingkan, Pemilu 2009 ini tak sebaik Pemilu 2004. Sejauh yang saya alami, pada Pemilu 2004 lalu, nama saya terdaftar 2 kali. Di rumah asal dan di TPS deket kos. Dan saya yang jujur ini, memilih salah satunya (padahal kalau niat, bisa tuh nyoblos di dua lokasi, wong jaraknya cuma 45 menit perjalanan dan tinta celupnya cepet hilang). Sementara pada Pemilu tahun ini, saya terdaftar hanya di satu lokasi. Entah, menurut Anda, mana yang lebih baik sistem administrasi pendaftarannya?
 
 
 
Bagaimana dengan pengalaman Anda? Apa ada masalah krusial tentang DPT di lingkungan Anda?
 
Kalaupun ada, dan saya kok yakin itu ndak banyak, mungkin hanya beberapa persen saja (ini cuma perkiraan bodoh saya lho, jangan dijadikan referensi), saya rasa masyarakat punya andil di dalamnya. Kenapa? Karena di tempat saya, sekitar sebulan sebelum Pemilu, Kelurahan telah mengumumkan Daftar Pemilih Sementara. Masyarakat dipersilahkan untuk mengecek namanya masing-masing (atau anggota keluarganya), apakah sudah tercantum dengan benar atau belum. Kalau belum, masyarakat diperbolehkan mengajukan semacam komplain. Kalau masyarakat kita cukup pro aktif, tentu kesalahan soal DPT sangat mungkin bisa diminimalisir.
 
Nah, yang saya herankan adalah, dari dulu yang saya dengar adalah seruan agar DPT diperbaiki oleh KPU. Hampir tak ada seruan yang mengajak masyarakat untuk lebih pintar 'menjaga' hak suaranya. Misalnya dengan pro aktif menanyakan apakah dirinya sudah tercantum dalam DPS (untuk kemudian menjadi DPT). Saya jadi merasa, beberapa orang besar itu sebenarnya kurang menganggap masyarakat kita sebagai orang, sebagai individu, yang bisa lebih berdaya, lebih mandiri dan lebih cerdas jika diarahkan dengan benar.
 
Ya ya, saya sudah bosan terus 'diajari' defens mekanism yang akan menghambat kedewasaan berfikir  masyarakat. Anda bingung dengan kalimat saya ini? Maksud saya begini, saya lihat setiap ada masalah di negeri ini, pihak oposisi selalu menyatakan bahwa pimpinan X harus bertanggung jawab, pimpinan Y yang salah sistemnya dll. Setiap ada masalah, hampir selalu 'kebijakan' yang dijadikan kambing hitam. Hampir tidak ada pemimpin, pembesar, tokoh, pimpinan partai yang berusaha menanamkan kesadaran pada masyarakat bahwa bila ada masalah yang menimpa suatu masyarakat, hal pertama yang harus dilakukan adalah introspeksi diri. Bukan mencari siapa yang bertanggung jawab lalu ramai-ramai memaki. 
 
Saya rindu, pada sosok pimpinan yang tak terlalu pede bahwa ia bisa membuat perubahan lebih baik. Saya rindu pada pimpinan yang menyadarkan masyarakat akan hal simpel ini: bahwa seberapapun hebat seorang pemimpin, kalau masyarakatnya tidak mau berubah (misalnya lebih disiplin, lebih giat, lebih kreatif, lebih pintar), maka negara ini ya akan tetap begini-begini saja.
 
Jadi tolonglah, para pemimpin dan calon pemimpin, berhentilah membodohi masyarakat. Tolong ajari kami kedewasaan berfikir dan bersikap.

Only registered users can write comments.
Please login or register.


Quote this article on your site | Views: 1224

  Comments (6)
RSS comments
 1 jempol
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 08-07-2009 23:52 , IP: 219.93.178.162
suka deh dengan tulisan ringan nan berbobot dan menyentuh ini.
 2 stop dreaming start action
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 12-07-2009 11:43 , IP: 210.79.217.16
Terima kasih untuk sharing ya. Salam Kenal. :grin
 3 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 12-07-2009 23:32 , IP: 114.58.242.96
saya suka tulisan ini, mbak. beneran, saya ga dibayar loh ini :D
 4 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 13-07-2009 08:53 , IP: 202.169.225.5
@Mbak Unai: yg nulis juga 'berbobot' lho mbak, pasti mbak Unai juga suka *ngilang* 
 
@Mbakmaya: selamat berjuang di kontes SEOnya ya :grin  
 
@Mas Zen: iya, maka kuat saya mbayar sampeyan mas :p
 5 Abdul Cholik's Blog
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 16-07-2009 09:14 , IP: 114.58.145.43
Awalnya tulisan anda sudah on the right track,mengajak masyarakat untuk "cerdas",kok pada akhir tulisan ada kalimat"Pemimpinan jangan membodohi rakyat"? 
 
Lihat,mengapa ada pelajar,mahasiswa yang katanya calon pemimpin bangsa,kaum intelektual,kok senangnya tawuran,ngrusak kampus?Apa ini salah pemimpin?Sadar diri donk.Apakah begitu tabiat calon pemimpin yad.Kalau sekarang sudah kayak begitu,ketika jadi pemimpin juga akan ganas. 
 
salam
 6 mengembalikan jati diri bangsa
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 25-08-2009 14:46 , IP: 118.137.210.203
Jarang update sekarang Fa?? 
Met puasa yach.. 
salam utk tuan ardi
 
< Prev   Next >

 
 
Owner..

Just a Simple Fa!

Fa - Yogyakarta

Love Kitty. Love Chocolate.

Love You.

Best View..

on 1024 x 768 pixel

with Latest Version of

Mozilla Firefox

& Opera

 

-

We have 1 guest online
Your IP Address: 38.107.191.83
Total Visitors: 1036699
Best Promo

Fa's Blog
Dari Dapur
Play with Fa
WideMart

 

   

Hosted by Jogja Medianet © 2007 ArdiFa