Baru-baru ini, apakah ada di antara Anda yang mendapat email forward berisi informasi tentang Teh Botol Sosro yang katanya beracun? Kalau belum, ya sudah, anggap saja tulisan saya ini sebagai informasi saja. Kalau kebetulan Anda telah mendapatkan email itu, segera hapus saja, ndak usah disimpen apalagi diforward lagi, karena isinya sama sekali tidak benar.
Email yang seolah-olah merusak citra Teh Botol Sosro itu sebenarnya ditulis oleh salah satu sahabat saya, Hariadhi. Tapi tolong, Anda jangan langsung marah dulu sama sahabat saya itu, karena email itu tidak ia tulis dalam rangka menjelek-jelekkan Teh Botol favoritnya itu.
Jadi ceritanya kurang lebih begini, Hariadhi sahabat saya itu, sedang berdiskusi dalam milis periklanan yang dia ikuti. Mereka berdiskusi tentang negative approach. Diskusi berawal dari saat Hariadhi melontarkan pertanyaan "Mungkinkah suatu produk mencitrakan dirinya secara negatif untuk mendapat hasil positif?". Dia sengaja memberi judul "Waspada! Teh Botol Sosro Beracun" untuk menarik perhatian anggota milis. Mengapa Teh Botol Sosro? Sangat mungkin karena produk itu yang sedang ada di tangannya saat itu
Diskusi terus berkembang hingga akhirnya Hariadhi membuat sebuah contoh kongkrit dari salah satu bentuk negative approach atau black campaign. Tanpa diduga, salah satu anggota milis (yang entah siapa) membocorkan tulisan Hariadhi ke luar milis, parahnya lagi tulisan itu sudah 'dipelintir' sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan bahwa Teh Botol Sosro memang beracun. Maka tulisan hoax (yang sejatinya dia buat hanya sebagai contoh itu) menyebar bagai debu ditiup angin. Reaksi yang timbul bisa dipastikan sangat beragam. Ya ya, menyebarkan isi milis sembarangan, terutama yang mengandung isu-isu sensitif, memang seharusnya dimasukkan dalam tindakan kriminal!
Menyadari tulisannya telah membuat kalang kabut banyak orang, Hariadhi pun membuat pernyataan permohonan maaf, meski menurut saya, kesalahan tidak semata-mata ada padanya. Ya dari dulu dia itu memang jentelman, ndak suka lempar batu sembunyi tangan. Tapi tetep saja, itu tak lantas menyelesaikan masalah. Meski pihak Teh Botol Sosro sendiri sudah memahami apa yang terjadi, ternyata tidak demikian dengan dengan banyak pembaca email tersebut.
Sedih saya. Karena permintaan maaf atas 'kecelakaan' itu masih ditanggapi dengan cercaan dan hujatan. Aduh, mbok ya sudah to ya? Wong pihak yang dirugikan saja sudah mengerti. Lagian, Hydroxylic acid yang disebut2 sebagai 'racun' itu kan sama dengan Dihydrogen Monoxide (H2O) atau dalam kata lain 'air'. Jadi kalau pembacanya mau 'sedikit' sok pintar kan sebenarnya tak perlu memberi reaksi yang berlebihan?
Buat Hariadhi, anggap saja ini pelajaran sangat berharga ya. Sekarang kita semakin tahu, bahwa di dalam milis super privat-pun belum tentu semua anggotanya ngerti aturan main milis..