Menu..
HOME
THE DIARY
FROM MY KITCHEN
MY POEMS
ARTICLES
PHOTO GALLERY
Latest Post..
Popular
Lastest Comments
Cinta yang Sederhana...
bole ga????
bole aku jadiin catatan ga di fb ku???
22/11/09 13:42 More...
By iin

membuat pancake itu mudah!
pertanyaan
kalau pakau susu cair biasa boleh tidak? :?
22/11/09 11:25 More...
By silviana

Tips Kecil Mengatasi Cemburu.....
bagus bukk.... tips nya btw yg kumpulan tipsnya bisa di bag...
21/11/09 13:39 More...
By muki

Selingkuh Emosional? Kenali Ta...
:cry aq dah sedia payung besar,tapi basah kena hujan juga...
19/11/09 19:49 More...
By ratna

sembilan tahun...
9 tahun?
weh meh podo. Aku juga setelah 9 tahun akhirnya menikah :D
19/11/09 11:47 More...
By phery

syndicate..

PageRank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Blog Directory & Search engine

PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Google bot last visit powered by Gbotvisit.com Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com

 

 


Jogja Terguncang! Print E-mail
Written by Fanya Ardianto   
Sunday, 28 May 2006

Sabtu pagi sekitar jam 7, selesai mandi dan lain sebagainya, aku liat hape masku tergeletak di pinggir meja komputer. Hampir jatuh. Dengan maksud mau memindahkannya ke tempat yang aman, aku mengambilnya. Dan aku lihat ada 6 missed call tertera di layar. Aku langsung lapor sama masku, pikirku, klo nggak penting-penting amat nggak mungkin orang ngotot nelpon sampe 6 kali. Setelah dibuka, ternyata 5 kali dari mbaknya masku dan satu kali dari bosnya masku. Sebelum sempat masku nelpon balik, telpon dari bos masku kembali masuk. Dan suara masku yang terdengar... "di Malang, Pak....gempa?...siapa pak?....iyah....makasih pak" dan klik, telepon diputus.

"Fa, di Jogja ada gempa?" dan sebelum aku sempat bertanya, hpku berdering. "Fa, di Malang ada gempa nda? di Jogja ada gempa gede banget nih, kita semua histeris, guci-guci ibu pecah semua, dinding rumah retak...." suara mbaknya masku terdengar penuh gemetar, dan aku pun menyela dengan panik yang belum sepenuhnya mengerti keadaan..."ibuk gimana mbak? anak-anak gimana? sekarang pada dimana?" dan jawaban yang aku dengar..."alhamdulillah, ibuk baik, anak-anak dan semuanya baik, dan.." klik! telepon terputus. Setelah itu, baik masku atau aku nggak bisa nelpon lagi ke Jogja, tiga nomer hp, satu nomer rumah, klo dihubungi kompak memberi jawaban yang sama, jaringan sibuk!

Masku dan akupun panik, pikir kami gempa itu berasal dari Merapi yang setau kami statusnya sudah diturunkan menjadi 'awas terbatas'. Masku langsung memutuskan untuk pulang ke Jogja, dan aku memilih ikut. Seraya berbenah, masku mencoba konek internet pake gprs, gagal. Kemudian aku nyalain tv, berharap ada berita yang lebih jelas. Berita yang kami dapatkan semakin menguatkan kekhawatiran kami. Ya Allah, apa yang terjadi?

Dalam perjalanan, aku dapet kabar dari adikku bahwa asal gempa dari laut dan menurut berita yang dia dengar, kemungkinan terjadi sunami. Orang yang satu bis dengan kami kebetulan dapat kabar yang serupa. Kami pun semakin panik, sementara keluarga di Jogja tetap tak bisa dihubungi. Semakin siang, berita yang kami dengarpun semakin mencekam, ribuan korban jiwa, ribuan koran luka.... ah, seandainya bisa terbang....

Mendekati Ngawi, sms yang aku kirim ke mbak sejak pagi terkirim. Masku langsung mencoba nelpon, lagi-lagi gagal. Komunikasi ke Jogja hanya bisa dilakukan lewat sms, kami sedikit tenang, meski masih tercekam panik karena menurut kabar yang kami terima listrik padam, jaringan telkom mati dan jaringan seluler hampir semuanya mati (atau terlalu sibuk). Di kota Solo, kami disuguhi pemandangan yang cukup membuat miris. Sebagian bangunan bagian depan Solo Square ambruk dan hampir seluruh dindingnya retak. Masyaallah.... sedemikian dahsyatnya kah? Aku, masku dan hampir seluruh penumpang bis terpana, dan semakin panik!

Semakin mendekati Jogja, pemandangan bangunan ambruk semakin sering kami jumpai hampir di setiap ruas jalan. Listrik padam, masyarakat lebih memilih menggelar tikar di luar rumah, di pinggir-pinggir jalan. Aku hanya bisa menarik nafas, mencoba terus berdoa, untuk menutupi rasa panik yang kian memuncak.

Turun di pertigaan Janti, seperti turun di kota mati. Gelap banget. Taksi yang biasanya berderet-deret tak lagi kami temukan. Kami terpaksa menunggu lumayan lama dan berebut taksi dengan calon penumpang yang lain, soal harga meski sudah naik berlipat dari biasanya, sudah tidak kami pedulikan. Yang penting bisa segera sampai rumah.

Begitu sampai rumah dan tau bahwa semua keluarga tidak ada yang cedera, kami baru bisa bernafas lega. Ya Allah....terima kasih! Malam ini, kami tidur bergantian.

(Kami sekeluarga dengan tulus turut berduka atas korban-korban gempa di Jogja dan sekitarnya pada hari Sabtu, 27 Mei 2006).

Only registered users can write comments.
Please login or register.


Quote this article on your site | Views: 2053

  Be first to comment this article
RSS comments
 
< Prev   Next >

 
 
Owner..

Just a Simple Fa!

Fa - Yogyakarta

Love Kitty. Love Chocolate.

Love You.

Best View..

on 1024 x 768 pixel

with Latest Version of

Mozilla Firefox

& Opera

 

-

We have 30 guests online
Your IP Address: 38.107.191.101
Total Visitors: 1151774
Best Promo

Fa's Blog
Dari Dapur
Play with Fa
WideMart

 

   

Hosted by Jogja Medianet © 2007 ArdiFa