Saya ini bukan orang yang akrab dengan televisi (nonton televisi bagi saya adalah alternatif kegiatan yang paling terakhir). Jadi harap maklum kalau agak-agak ketinggalan berita. Karena itu, pagi tadi saya kaget setengah mati ketika membaca headline di koran langganan saya. Antasari Azhar, yang Ketua KPK itu, menjadi tersangka otak pembunuhan terhadap Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) yang beberapa waktu lalu tewas dengan dua luka tembak di kepalanya. Doh.
Yang lebih mengejutkan lagi, motif pembunuhan diduga adalah masalah bisnis atau asmara. Yah, meski belum ada pernyataan resmi dari penyidik mengenai motif ini, tapi dua opsi itu sudah bikin saya cukup geleng-geleng kepala. Kata kabar-kabur yang saya denger sih, Pak Antasari itu punya WIL (ya ya... itu singkatan dari Wanita Idaman Lain) yang kemudian dikencani oleh Pak Nasrudin. Cemburu gitu kali ceritanya. Tapi... apa iya sih begitu? Motif lain yang diduga menjadi dasar pembunuhan itu katanya soal bisnis. Tapi saya nggak tahu, masalah bisnis seperti apa itu. Yang pasti sih saya percaya, 2 alasan utama yang biasa membuat orang tega membunuh memang uang dan asmara (itu kata film, dan menurut saya masuk akal banget).
Duh, selama ini media mengenalkan pada saya bahwa sosok Antasari Azhar adalah salah satu orang yang baik (dan hebat). Yang di bawah kepemimpinannya, KPK semakin bertaring. Tapi kok, sekarang jadi tersangka pembunuhan sih? Iya sih memang baru tersangka, dan Pak Antasari sendiri telah membantah. Tapi kan itu sudah membuat saya kecewa dan berfikir, ada nggak sih orang-orang 'atas' sana yang ndak usah bikin kaget saya?
Only registered users can write comments. Please login or register.