Menu..
HOME
THE DIARY
FROM MY KITCHEN
MY POEMS
ARTICLES
PHOTO GALLERY
Latest Post..
Popular
Lastest Comments
Cinta yang Sederhana...
bole ga????
bole aku jadiin catatan ga di fb ku???
22/11/09 13:42 More...
By iin

membuat pancake itu mudah!
pertanyaan
kalau pakau susu cair biasa boleh tidak? :?
22/11/09 11:25 More...
By silviana

Tips Kecil Mengatasi Cemburu.....
bagus bukk.... tips nya btw yg kumpulan tipsnya bisa di bag...
21/11/09 13:39 More...
By muki

Selingkuh Emosional? Kenali Ta...
:cry aq dah sedia payung besar,tapi basah kena hujan juga...
19/11/09 19:49 More...
By ratna

sembilan tahun...
9 tahun?
weh meh podo. Aku juga setelah 9 tahun akhirnya menikah :D
19/11/09 11:47 More...
By phery

syndicate..

PageRank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Blog Directory & Search engine

PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Google bot last visit powered by Gbotvisit.com Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com

 

 


Kepedulian Print E-mail
Written by Fanya Ardianto   
Wednesday, 18 March 2009
Sejak kemarin, ada orang gila (dalam arti yang sebenarnya) duduk di pinggir jalan di depan rumah. Dia hanya duduk, tanpa ekspresi dan sepertinya tak merasakan teriknya matahari maupun hempasan debu yang ditinggalkan oleh kendaraan yang lalu lalang. Karena merasa iba, seorang tetangga memberinya sebungkus makanan. Si tuanpun memberinya sebotol minuman. Dan saat ada seorang pengemis yang kebetulan melintas, sang pengemis itupun meninggalkan sebungkus makanan untuknya. Semua tak ia pedulikan. Dibiarkan terserak begitu saja di sampingnya.
 
Ada juga seorang tetangga, yang bila dibandingkan dengan rata-rata tetangga saya, dia bisa dibilang (maaf) miskin. Istri dan anaknya, sehari kadang bisa makan kadang tidak. Para tetanggapun merasa iba, dan mengirimkan makanan secukupnya. Ada pula tetangga yang menawarkan pekerjaan padanya. Tapi apa yang terjadi, tetangga saya itu merasa dihina. Setiap kali istrinya menerima pemberian tetangga (apapun bentuknya), jika sang suami sampai tahu, pasti dimarahin habis-habisan. Begitu juga saat si istri menderita sakit hingga beberapa kali, para tetangga menawarkan untuk membantu membuat Askeskin. Maksudnya, agar setiap kali istrinya sakit, dia bisa diobati di rumah sakit. Namun, upaya para tetangga itu hanya dianggap sebagai pelecehan saja.
 
Aku sedikit terhenyak. Di antara suara-suara sumbang yang meneriakkan bahwa kepedulian sudah semakin musnah dari bumi ini, aku melihat satu fakta lain. Bahwa sebenarnya kepedulian itu masih ada, masih berputar-putar di antara kita, masih bermain di antara setiap ego kita. Hanya saja, kadang sebagian dari kita tidak mau atau tak mampu menerima dan merasakannya.
 
Kita tahu sebenarnya masih ada (bahkan banyak) orang yang peduli pada sesama, tapi mungkin yang dipedulikan merasa kepedulian itu belum cukup, untuk itu mereka menganggapnya tak ada. Mereka lebih suka berteriak bahwa tak ada lagi yang mau peduli pada nasibnya, sementara itu mereka tak mau melirik pada kepedulian-kepedulian kecil yang datang dengan tulus untuk memeluknya.
 
Namun, tak peduli apakah orang yang kita pedulikan menerima atau menolak kepedulian kita, kita tetap harus selalu peduli.

Only registered users can write comments.
Please login or register.


Quote this article on your site | Views: 873

  Comments (11)
RSS comments
 1 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 18-03-2009 09:17 , IP: 202.91.8.50
ya.. memang benar kita harus peduli dengan apa yang terjadi di lingkungan kita. Bersikap peduli untuk sesuatu yang kecil dulu kemudian peduli untuk sesuatu yang besar dan bermanfaat bagi orang lain.
 2 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 18-03-2009 09:56 , IP: 125.167.217.10
intinya menghargai orang lain ya :)
 3 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 18-03-2009 09:57 , IP: 125.167.217.10
bahkan pengemis pun peduli,  
gak malu tuh bos-bos yang nun jauh disono ?
 4 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 18-03-2009 10:33 , IP: 202.169.225.5
@Entik: setuju buk! 
 
@Warm: betul sekali ;)  
 
@Cold: iya tuh, saya aja malu, Cold malu ndak? :roll
 5 peduli tapi harus mikir
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 18-03-2009 15:45 , IP: 119.82.244.172
dan di jaman penuh kriminalitas ini bahkan untuk peduli dengan sesama pun kita tetap harus berpikir ulang. Dulu pernah ada cerita teman yang berniat membantu orang yang ban motornya bocor di malam hari ternyata malah balik dirampok. Fiuh, memang susah untuk peduli dengan sesama.
 6 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 18-03-2009 22:23 , IP: 219.83.97.153
Kepedulian membutuhkan keikhlasan. Terkadang kepedulian yang diberikan masih mengharapkan sanjungan. Jadi bener juga kalo emang peduli, ya peduli aja...
 7 ehm
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 19-03-2009 21:57 , IP: 202.162.35.13
seharusnya segala pertolongan harus diterima dengan ikhlas... tak perlu malu.
 8 masih kok
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 20-03-2009 12:38 , IP: 202.169.224.164
halo mba.. pa kabar... :) 
 
masih ada kok kepedulian, kalau bilang tidak ada yg peduli itu ya bener, malah dia yg tidak peduli atau menutup mata, mungkin besarnya belum sesuai yg diharapkan aja kali, dan itu relatif...
 9 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 25-03-2009 10:18 , IP: 202.169.225.5
@Phery: ya ya.. waspada memang selalu diperlukan :sigh  
 
@Arip: betul, tapi bukan itu sebenarnya poin dari tulisan ini, saya sebenarnya cuma mau menunjukkan bahwa kepedulian itu masih ada di antara kita, cuma yg dipedulikan itu yg kadang tak merasa, dan kemudian mereka berkata bahwa tak ada lagi kepedulian di antara sesama manusia. 
 
@Abdee: yup betul, yg ngasih ikhlas yg nerima ikhlas, kan enak tuh :)  
 
@Isna: alhamdulillah baik mbak, sampeyan gimana? hihi... kangen deh..
 10 --
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 28-05-2009 15:23 , IP: 125.160.249.173
Tolong baca www.peduli.multiply.com/ need help urgent........ ada saudara kita yang sangat butuh bantuan para dermawan
 11 wussss
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 24-08-2009 00:34 , IP: 111.68.25.65
Mbak2 .. emang anda salah satu orang yang peduli akan lingkungan sekitar.... jarang lho yang bisa gitu....
 
< Prev   Next >

 
 
Owner..

Just a Simple Fa!

Fa - Yogyakarta

Love Kitty. Love Chocolate.

Love You.

Best View..

on 1024 x 768 pixel

with Latest Version of

Mozilla Firefox

& Opera

 

-

We have 9 guests online
Your IP Address: 38.107.191.111
Total Visitors: 1004029
Best Promo

Fa's Blog
Dari Dapur
Play with Fa
WideMart

 

   

Hosted by Jogja Medianet © 2007 ArdiFa