Menu..
HOME
THE DIARY
FROM MY KITCHEN
MY POEMS
ARTICLES
PHOTO GALLERY
Latest Post..
Popular
Lastest Comments
Cinta yang Sederhana...
bole ga????
bole aku jadiin catatan ga di fb ku???
22/11/09 13:42 More...
By iin

membuat pancake itu mudah!
pertanyaan
kalau pakau susu cair biasa boleh tidak? :?
22/11/09 11:25 More...
By silviana

Tips Kecil Mengatasi Cemburu.....
bagus bukk.... tips nya btw yg kumpulan tipsnya bisa di bag...
21/11/09 13:39 More...
By muki

Selingkuh Emosional? Kenali Ta...
:cry aq dah sedia payung besar,tapi basah kena hujan juga...
19/11/09 19:49 More...
By ratna

sembilan tahun...
9 tahun?
weh meh podo. Aku juga setelah 9 tahun akhirnya menikah :D
19/11/09 11:47 More...
By phery

syndicate..

PageRank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Blog Directory & Search engine

PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Google bot last visit powered by Gbotvisit.com Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com

 

 
Jogja Java Carnival - Even Internasional yang Mengecewakan Print E-mail
Written by Fanya Ardianto   
Monday, 27 October 2008
Sejak membaca informasi di Kedaulatan Rakyat bahwa sebagai puncak peringatan hari jadi Kota Jogja yang ke-252 akan diadakan sebuah even akbar berupa karnaval, saya mulai menghitung hari. Even yang katanya juga dimeriahkan oleh delegasi beberapa negara lain itu, membuat saya tak ingin melewatkannya begitu saja. Saya membayangkan, even ini akan jauh lebih hebat dari Solo Batik Carnaval yang telah sukses diadakan beberapa waktu lalu (di Solo tentunya). 
 
Jogja Java Carnival 2008, gaungnya saja sudah membuat hati saya berdebar-debar. Sebuah even berkelas internasional dengan panggung berjalan selebar 5 meter yang akan menyuguhkan atraksi kesenian dan budaya di sepanjang Jalan Malioboro dan dengan didukung tata lampu profesional, sungguh membuat saya tak sabar menanti datangnya hari Sabtu, 25 Oktober 2008, hari di mana acara itu akan dilangsungkan.
 
Saya datang ke lokasi acara hampir tepat pukul 4 sore. Sudah banyak masyarakat yang ada di sana dan mencoba mencari posisi yang paling tepat agar dapat menyaksikan karnaval dengan nyaman. Termasuk saya dan seorang teman yang waktu itu memang sengaja meluangkan waktu untuk menyaksikan acara itu bersama-sama. Saat itu, saya perhatikan tak banyak orang yang saya anggap panitia (yang memakai kaos putih bergambar logo Jogja Java Carnival) berseliweran. Begitu pula dengan polisi, petugas keamanan, atau siapapun yang saya kira akan mengawal jalannya acara. Jalan malioboro juga masih leluasa dilewati kendaraan.
 
Semakin gelap, masyarakat semakin memenuhi lokasi. Tak ada petugas yang saya lihat berupaya menertibkan masyarakat. Bahkan sampai pukul 6 sore lewatpun, jalan Malioboro belum ditutup, dan masyarakat yang semakin banyak berdatangan masih leluasa menempati posisi yang mereka anggap strategis. Seperti di depan tribun utama, di tribun pers, di atas panggung kecil tempat kemera TVRI hingga di badan jalan (termasuk saya yang akhirnya ikut-ikutan turun ke badan jalan). Saya mulai heran dan bertanya-tanya "lho, kok gini?"
 
Sekitar pukul 7 malam, barulah saya lihat jalan mulai ditutup, beberapa petugas dengan seragam hitam dan membawa tongkat mulai berdatangan ke sekitar tribun utama, disusul kemudian sekelompok polisi wanita. Tak berapa lama, terdengar himbauan panitia yang meminta masyarakat untuk tidak menempati depan tribun utama, panggung gamelan dan sisi timur jalan. Panitia itu juga meminta agar petugas keamanan mulai menertibkan masyarakat. Tapi apa yang saya lihat? Beberapa petugas yang kebetulan ada di depan saya, tak mengindahkan himbauan itu. Apalagi masyarakatnya :D. Himbauan itu terdengar beberapa kali, sampai kemudian saya mendengar sedikit 'ancaman' dari panitia bahwa kalau masyarakat tidak bisa bekerjasama makan acara tidak akan dimulai, hihi. Geli saya mendengarnya, serasa nonton karnaval tingkat kampung saja :D
 
Dan bisa ditebak akhirnya, karnaval itu berjalan begitu apa adanya. Peserta karnaval hanya bisa beratraksi di depan tribun utama (itupun kurang leluasa karena jalan tetap dijejali penonton). Panggung berjalan yang lebar-lebar itu, terpaksa tersendat-sendat jalannya, diselingi dengan bentakan-bentakan dari petugas yang mendorong panggung dan bentakan balasan dari penonton yang hampir terlindas kakinya.
 
Ya, saya memang belum pernah mengorganisir acara sebesar itu. Saya tahu, pasti tak mudah.  Hanya saja, menurut saya seandainya panitia bisa mempersiapkan lokasi lebih awal, mungkin tak akan begitu jadinya. Misalnya saja, dengan menutup jalan lebih awal, lalu di sepanjang jalan malioboro di beri tali pembatas yang dijaga oleh beberapa petugas. Sehingga jika ada penonton yang melewati batas itu, bisa segera ditegur dan diberi tahu bahwa batas penonton hanya sampai di trotoar.
 
Lalu tentang peserta karnaval. Saya bertanya-tanya dalam hati. Even ini pasti ada dananya kan? Lalu kenapa karnaval ini seperti menunjukkan kesenjangan sosial? Apa panitia atau penyelenggara tidak memberi batasan standar performa peserta? Maksud saya begini, setelah beberapa buah panggung berjalan yang cukup wah, tiba-tiba muncul satu kelompok yang terlihat begitu sederhana. Mereka adalah perwakilan dari Brajamusti, suporter PSIM. Mohon maaf, tanpa bermaksud menyinggung siapapun, menurut saya kostum Brajamusti yang hanya terdiri dari kertas karton yang dilapisi kertas berwarna emas itu, mengingatkan saya pada kostum peserta karnaval 17-an di kampung saya, saat saya masih SD.
 
Dan yang terakhir, tentang fotografer. Di beberapa blog tetangga, ada desas desus yang cukup membuat panas telinga fotografer. Katanya, menurut panitia, yang paling susah diatur adalah fotografer, bahkan 'masih katanya' fotografer sekarang tidak punya attitude.
 
Duh, bukan karena si tuan juga fotografer, tapi memang mencari kambing hitam jauh lebih mudah daripada ber-introspeksi. Kalau saja panitia itu mau sedikit lebih smart, tentu dia tak perlu melontarkan kalimat itu. Karena se-ngawur-ngawurnya tukang foto, bukan tidak mungkin mereka bisa diatur dan dikoordinir sedemikian rupa, sehingga yang tadinya dianggap 'lawan' bisa jadi 'kawan'. Misalnya, lakukan indentifikasi fotografer jauh-jauh hari sebelumnya. Para fotografer diharuskan mendaftarkan diri pada panitia jauh hari sebelum hari-H, lalu siapkan spot -spot khusus untuk menampung para fotografer itu, di beberapa titik ruas jalan yang tentu saja memungkinkan mereka mengambil gambar dengan leluasa tapi juga tak mengganggu jalannya acara. 
 
Ah, tapi itu semua hanya menurut saya. Saya yang begitu kecewa, karena even yang saya pikir akan membanggakan ini berjalan hanya begitu saja. Sigh.
 

Link yang tidak terkait:

Only registered users can write comments.
Please login or register.


Quote this article on your site | Views: 1501

  Comments (12)
RSS comments
 1 Aku yo melu kuciwa
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 28-10-2008 00:20 , IP: 222.124.24.68
jan, sumpah ki, mendingan karnaval agustusan ning Lampung kono :grin
 2 ngga jauh beda...
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 28-10-2008 04:54 , IP: 222.124.24.54
hal yg sama juga ta rasain.. 
sebenernya acaranya bagus bgt,,tp terus terang aq ngga bisa enjoy ngliatnya 
orang yg kliatan cuma kepala2 manusia..T.T
 3 hal yg sama qu alamin
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 28-10-2008 15:36 , IP: 202.3.217.122
maren jg dah standby dr jam 5 kurang..ehh giliran acara dah mulai...loh kok....mosok karnaval kayak gtuhh :sigh  
 
:cry jogja oh jogja
 4 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 28-10-2008 20:21 , IP: 202.169.226.56
@Antobilang: hihi... apakah setelah ini akan ada acara kuciwa berjamaah mas? :grin  
 
@Yazid: betull... acara bagus tapi dikelola dengan kurang bagus, sayang banget yah :sigh  
 
@Minuteen: smoga yg tahun depan bisa jauh lebih baguss ya Teen :roll
 5 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , on 28-10-2008 23:27 , IP: 125.163.135.105
ikut kecewa..
 6 ambil positifnya saja
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 29-10-2008 09:16 , IP: 203.130.216.42
meski kecewa, tapi yang perlu diingat, Yogya bisa juga ngadain rvrn maha akbar itu. Meski dengan keterbatasan :)
 7 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 29-10-2008 09:34 , IP: 202.169.226.56
@Latree: lha, saya ndak ngajak2 lho :p  
 
@Mbak Unai: iya sih Mbak, tapi kecewa tetep boleh kan? *ngeyel* yah, siapa tahu ungkapan kekecewaan yg bertebar di mana-mana itu bisa jadi review untuk pelaksaan JJC tahun depan 8)
 8 berpikir positif
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 31-10-2008 09:26 , IP: 125.163.244.49
Kita berpikir positif saja mungkin ini acara yang pertama semoga aja acara yang sama di tahun depan panitianya bisa belajar dari yang kemarin dan acaranya akan jauh lebih bagus. 
 
Untungnya aku datang habis maghrib, memang infonya baru jam segitu (malam) kok acaranya, ga ada info acara diadakan sore, memang sih...katanya banyak yang datang dari jam 3 sore :D
 9 jadi pelajaran berharga
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 01-11-2008 05:36 , IP: 125.164.97.73
semoga taun depan kalau ada event seperti itu lagi bisa jadi lebih profesional penanganannya ya mbak.. :roll
 10 sama aku yo kecewa mba
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 03-11-2008 09:44 , IP: 125.163.248.254
itu event dah buat orang banyak kecewa mba...aku dateng dari jam 5 sore karna agendanya kan jam 18...cari tempat yang nyaman sambil berdesakan dengan penonton lainnya padahal bawa nak lanang yg nangis terus coz banyak paparazi disana yg bawa kamera sedege gambreng .....sampe akhirnya nak lanang tertidur...pas dengen panitanya bilang acara diundur jam 19.30 aku sama kangmas mustusin bali wae hihihihihihi nontonnya di rumah aja lewat TV ....kapok aku
 11 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 06-11-2008 19:12 , IP: 202.169.225.5
@Lala: setuju La, semoga tahun depan bisa jauh lebih baik ;)  
 
@Pak Soni: amiieenn... biar nggak banyak yg kecewa lagi ya Pak :roll  
 
@Wiedy: hihihi, iyah, aku klo bisa keluar dari kerumunan orang juga pilih pulang, tapi waktu itu asli gak bisa kemana2 jhe :cry
 12 Written by fefafian, on 17-10-2009 05:25 , IP: 125.166.235.25
Solo Batik Carnival Juga turut memeriahkan acara ini
 
< Prev   Next >

 
 
Owner..

Just a Simple Fa!

Fa - Yogyakarta

Love Kitty. Love Chocolate.

Love You.

Best View..

on 1024 x 768 pixel

with Latest Version of

Mozilla Firefox

& Opera

 

-

We have 27 guests online
Your IP Address: 38.107.191.104
Total Visitors: 1185380
Best Promo

Fa's Blog
Dari Dapur
Play with Fa
WideMart

 

   

Hosted by Jogja Medianet © 2007 ArdiFa