Malam ini, adalah malam menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Negeri tercinta (beneran, saya cinta sama negeri ini, meski saya kecewa sama pengelolanya). Malam ini juga malam separuh bulan Sya'ban. Plus malam dimana akan ada gerhana bulan. Hm, istimewa sekali bukan? Tapi sudah yah, tidak usah diartikan macam-macam, hehe.
Bicara soal malam Nisfu Sya'ban, sepertinya masih ada yang kebingungan. Saya cuma mau sedikit sharing, kemuliaan malam ini tak perlu diragukan. Hadits-nya sahih. Kalau ada hadits tentang Nisfu Sya'ban yang dho'if (lemah/diragukan) adalah yang menyebutkan ibadah khusus di malam Nisfu Sya'ban, seperti hadits yang berbunyi: "Jika malam nisfu sya’ban tiba, shalatlah pada malamnya dan berpuasalah pada siang harinya. Sebab, Allah turun pada malam tersebut ketika matahari terbenam menuju langit dunia seraya berkata, “Adakah yang mau meminta ampunan padaku hingga Kuampuni? Adakah yang meminta rizki hingga Kuberi? Adakah yang terkena musibah hingga Kusembuhkan? Adakah yang begini dan begitu?” Hal itu terus berlangsung hingga fajar." Menurut kesepakatan ulama, hadits ini dho'if (lemah).
Jadi, walaupun malam ini merupakan malam yang mulia, namun tidak ada tuntunan secara khusus dari Rasulullah SAW untuk melakukan ibadah tertentu. Ibadah apapun bisa dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT tanpa disertai keyakinan yang tidak berdasar tentang malam tersebut, disertai upaya untuk bertobat dari segala perbuatan syirik dan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia.
Ya sudah, selamat melalui malam ini. Semoga kita bisa memanfaatkan momen yang belum tentu dapat kita lalui kembali dengan sebaik mungkin.
Only registered users can write comments. Please login or register.