Sabtu 16 Pebruari 2008 kemarin, tepat jam 2 dini hari, aku mendapat kabar dari keluarga di Malang, adikku Ida, yang usia kehamilan pertamanya sudah terhitung lebih dari 10 bulan, yang menurut USG bulan kemarin posisi bayinya 'nyungsang', akhirnya melahirkan juga, dengan cara normal pula! Alhamdulillah...., penantian 'panjang plus deg-degan' keluarga besar Abah-Umi terbayar dengan hadirnya bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang diberi nama Sayyid Aydrus Muchammad Syatir Aljufri, panjang memang, tapi panggilan kesayangan dari kami cukup Iyek Kecil, hehe...
Begitu dapet kabar, rasanya aku ingin segera meluncur ke Malang, kalau saja saat itu aku tahu nomor telpon Doraemon, pasti deh aku kontak dia buat pinjem Pintu Kemana Saja -oops, mulai ngelantur-. Setelah memikirkan dan menimbang matang-matang (maksudnya antara nengokin Iyek Kecil secepatnya dengan ke Malang pas bulan Maulid -yang biasanya sodara2 pada ngumpul plus bikin acara2 memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW-), akhirnya aku dan tuan besar memutuskan untuk pergi ke Malang secepatnya. Maklum, begitu mendengar suara tangis Iyek Kecil lewat telepon, perasaan kok jadi kemerungsung pengen nengokin.
Ya sudah, akhirnya Rabu malam aku dan tuan besar berangkat ke Malang. Setelah menempuh perjalanan selama sekitar 6,5 jam dengan Bis Cepat Eka jurusan Jogja-Surabaya, dilanjutkan sekitar 2 jam perjalanan dengan Bis Patas Surabaya-Malang, disambung dengan Mikrolet Biru jurusan Arjosari-Gadang (AG), akhirnya aku dan tuan besarku harus rela berjejalan dengan begitu banyak penumpang yang beraneka ragam di dalam mikrolet kuning jurusan Gadang-Gondanglegi-Bantur. Turun dari mikrolet kuning di Masjid Putat belum menjadi akhir perjalanan kami. Masih ada tukang ojek menunggu, yang akan membawa kami menyusuri jalanan aspal menembus perkebunan tebu (klo tebu-tebunya masih pada bayi, sumpah deh pemandangan di sini indah banget, hamparan bayi-bayi tebu dengan berpagar jajaran pohon kelapa yang hampir selalu melambai meniupkan angin sepoi-sepoi. Tapi klo tebunya udah mulai tinggi-tinggi, jalanan di situ jadi agak serem menurutku, hihi).
Setelah menempuh perjalanan total sekitar 10 jam (penghitungan waktu dimulai dari rumah jogja sampai rumah Abah-Umi di MalangCoret), akhirnya kami sampai di sebuah rumah sederhana yang berdiri di tengah tanah seluas sekitar seribu meter persegi. Rumah yang selalu menyambutku dengan hangat, kapanpun aku tiba. Rumah yang kadangkala begitu aku rindukan untuk meredam berbagai penderitaan yang sedang aku rasakan *halah, malah kayak nulis novel*. Pokoknya, setelah perjalanan yang melelahkan itu (apalagi kondisiku lagi agak drop gara-gara lagi datang bulan), akhirnya aku ketemu juga sama keponakan pertamaku. Kesan pertamanya, whuaaa.... amaze banget!
Btw, mohon doanya semua yah, smoga Iyek Kecil ini menjadi anak yang sholeh, pintar, sehat, dapat membawa kebaikan bagi agama, keluarga dan negaranya, baik di dunia maupun di akhirat...
-digendong Bunda (aku), sesaat sebelum mandi dan sesaat sebelum aqiqahan-
-bersama Ummah dan Waled-
-tidur nyenyak saat Bunda dan Ayah mau balik ke Jogja, hiks-
Only registered users can write comments. Please login or register.