Menu..
HOME
THE DIARY
FROM MY KITCHEN
MY POEMS
ARTICLES
PHOTO GALLERY
Latest Post..
Popular
Lastest Comments
Cinta yang Sederhana...
bole ga????
bole aku jadiin catatan ga di fb ku???
22/11/09 13:42 More...
By iin

membuat pancake itu mudah!
pertanyaan
kalau pakau susu cair biasa boleh tidak? :?
22/11/09 11:25 More...
By silviana

Tips Kecil Mengatasi Cemburu.....
bagus bukk.... tips nya btw yg kumpulan tipsnya bisa di bag...
21/11/09 13:39 More...
By muki

Selingkuh Emosional? Kenali Ta...
:cry aq dah sedia payung besar,tapi basah kena hujan juga...
19/11/09 19:49 More...
By ratna

sembilan tahun...
9 tahun?
weh meh podo. Aku juga setelah 9 tahun akhirnya menikah :D
19/11/09 11:47 More...
By phery

syndicate..

PageRank

Personal Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Blog Directory & Search engine

PlanetBlog - Komunitas Blog Indonesia

Google bot last visit powered by Gbotvisit.com Yahoo bot last visit powered by  Ybotvisit.com

 

 
menyudahi diary-merah! Print E-mail
Written by Fanya Ardianto   
Saturday, 05 January 2008
Active Image

Tanggal tujuh bulan April tahun dua ribu satu, seseorang yang semakin spesial membawakanku sebuah buku tebal bersampul merah. Buku itu kemudian aku beri nama diary-merah, karena memang aku berniat menggunakannya untuk menuliskan berbagai perasaan dan harapan, terutama yang berhubungan dengan kisah cintaku yang pertama dan satu-satunya. "God, please give us a way..." adalah harapan pertama yang aku goreskan dalam buku itu.
 
Niat awalnya, aku ingin menuliskan semua yang aku alami, hari-hari baruku bersama 'cinta' yang baru beberapa bulan aku rasakan. Saat itu aku ingin, kelak di suatu hari, buku itu akan selalu mengingatkanku pada segala kisah indah, menjadi saksi sejarah, tentang perasaanku, perasaannya dan sekelumit perjuangan kami untuk dapat bersama.
 
Namun, entah mengapa, yang sempat tertulis di situ, lebih banyak yang berwarna merah. Lebih banyak kisah 'berdarah'. Bahkan bulatan-bulatan kusam bekas tetesan air mata semakin mempertegas cerita. Tanpa aku sadari, aku menjadikan diary-merah itu sebagai tempat sampah. Tempat semua perasaan, kesedihan, kemarahan, kekecewaan, keputus-asaan, yang tak dapat kuungkapkan pada siapapun, tumpah ruah. Diary-merah itu, seolah menjadi bentuk 'wajah' yang lain dari seorang Fa. Yang di setiap harinya selalu mencoba tampak tegar, kuat, sabar, dan mencoba untuk selalu bersikap bijaksana.
 
Tak dapat aku pungkiri, diary-merah itu memberi begitu banyak jasa. Karena dia aku bisa tetap tertawa meski terluka. Karena dia aku bisa tetap percaya dalam kecurigaan. Karena dia aku bisa terus berupaya dalam ketidak-berdayaan. Karena dia aku bisa tetap bahagia dalam penderitaan. Karena dia aku bisa mengais semangat dalam keputus-asaan. Karena padanya, aku bisa menumpahkan segala perasaan, apapun bentuknya, tanpa takut dihakimi, tanpa takut diberi komentar "itu salahmu sendiri", "harusnya kamu tidak begitu", "siapa suruh pilih itu" dan komentar-komentar menyudutkan yang lain. Dan setiap kali aku selesai menumpahkan setiap unek-unek padanya, perasaanku bisa kembali lega, pikiranku dapat kembali jernih, hatiku kembali dipenuhi cinta, dan dengan membacanya kembali aku dapat bercermin dan menarik sebuah pelajaran berharga. 
 
Kini, aku ingin menyudahi kisahku bersama sang diary-merah. Sudah cukup perannya sampai sejauh ini. Memang aku tak akan membakarnya, tak akan membuangnya, tapi aku tak ingin lagi menuliskan kisah-kisahku padanya. Aku akan menyimpannya, tak ingin lagi membukanya, karena setiap menelusuri kisah demi kisah di dalamnya, aku kembali melemah. Karena dengan membukanya, sosok Fa yang rapuh, yang tertatih karena luka yang sama terus berulang, yang penuh dendam,  yang penuh penyesalan, yang terkubur kebencian bisa kembali menjelma dan berkuasa. Menyudahi kisah bersama diary-merah, aku harap dapat meringankan setiap langkahku, karena kentang busuk yang tak sengaja selalu ku bawa itu telah aku buang.
 
Aku berharap, kini aku akan semakin menjadi kuat, karena ada seseorang yang bersedia menjadi tempatku berkisah, yang siap menopangku saat aku goyah, merengkuhku saat aku lemah, mendampingiku saat aku salah, mendukungku saat aku kalah. Seseorang yang membuatku bebas bercerita, tanpa harus takut mendapat komentar mengerdilkan. Dan aku, selalu sangat bersyukur atas kehadirannya, atas kembalinya 'dirinya' seperti saat aku pertama kali mengenalnya. Aku sangat bersyukur memiliki suami seperti dia.
 
Dan untuk para suami, percayalah, para istri akan sangat bahagia, bila ia bisa menceritakan apa saja pada suaminya (orang paling spesial dalam hidupnya) tanpa harus kecewa karena mendengar komentar "gitu aja ngeluh", "harusnya kamu tidak begitu", "salahmu sendiri", dan sejenisnya. Kebanyakan wanita, mencurahkan perasaan bukan untuk mencari penyelesaian, bukan untuk menyalahkan siapa-siapa. Wanita perlu mencurahkan perasaan karena ia bisa merasa lega setelahnya. Karena itu, Anda tidak perlu segera menyodorkan suatu solusi, tidak perlu tersinggung karena merasa dipaksa berada di posisi tidak mengenakkan, yang perlu Anda lakukan hanyalah menyediakan waktu dan mendengarkan dengan penuh empati.

Only registered users can write comments.
Please login or register.


Quote this article on your site | Views: 1525

  Comments (14)
RSS comments
 1 :D
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 06-01-2008 13:02 , IP: 202.146.253.15
jadi pengen liat diary merahnya? mau baca doong? :D *dijitak* 
 
eniwei, turut berduka cita punya kisah cinta masa lalu yang kelam. hehe. setidaknya skarang dah punya peneduh hati (suami)^^ 
 
iya ya kalau perempuan curhat cenderung pengen didenger aja? Hmmm..
 2 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 06-01-2008 17:49 , IP: 125.160.207.72
Allow Bun!!! 
Wah, ternyata enak ya bun punya suami. bisa jadi tempat curhat. he..... 
Jadi pengen punya suami. he..... :D
 3 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 06-01-2008 22:13 , IP: 202.169.226.56
@Nisa: wew, suami aja liat cuman sekali :D 
 
@Berlian: nah, jadi... udah ada calonnya blum? klo udah ada, buruannn :D
 4 boleh, ya?!
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 07-01-2008 11:02 , IP: 222.124.250.25
Fa, aku ngelink www.ardifa.com boleh ya....?!
 5 boleh, ya?!
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 07-01-2008 11:03 , IP: 222.124.250.25
Fa, aku ngelink www.ardifa.com boleh ya....?!
 6 diary merah
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 07-01-2008 14:35 , IP: 202.133.87.190
salut deh bwt fa yg msh bisa bercerita dg diary merah meskipun skrg sdh nggak, kalo aku dah ngantuk duluan hihi... tidur, ilang deh!  
 
coba para suami, baca dan pahamilah paragraf terakhir postingan fa ini yak! okeh!
 7 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 07-01-2008 20:16 , IP: 202.169.226.56
@Nunik: ya tentu boleh banget dong say! :D 
 
@Isma: tapi dirimu kan sekali nulis langsung 'terbit' jeng :D ngg... paragraf terakhir, itu memang 'inti'nya :battingeyes)
 8 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 08-01-2008 07:50 , IP: 202.162.215.83
iya, setuju.. orang curhat itu butuh kuping, bukan tambahan mulut (yang sibuk memberikan komentar tanpa diminta). 
 
OOT: kenalan? YA BOLEH LAAAAAAAHH B-) :D 
 
:party :party nice to know you, Fa ;)
 9 Written by tata website, on 08-01-2008 07:50 , IP: 222.124.144.247
Semakin ke sini..semakin gw yakin bahwa hubbie is the one and only right person yang di kirimkan alloh buat gw...
 10 Written by de website, on 08-01-2008 08:35 , IP: 202.155.59.51
alhamdulillah suami De bisa menjadi tempat curhat yang paling asyik. Karena dia pendiam jadi lebih banyak mendengarkan. 
 
lam kenal Fa
 11 aprikot on thought
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 09-01-2008 09:18 , IP: 222.124.188.242
jd diary merahnya udah ga bakalan di isi lagi ya mba?
 12 Written by hariadhi website, on 09-01-2008 17:23 , IP: 202.152.195.6
wah, cerita diary merahnya bisa buat ilmu pacalan, hehehe.  
 
Tadi bareng pacar ngeliat tulisan mba Fa ini gw langsung ngerasa tertohok, malu. :>
 13 ---
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 09-01-2008 22:03 , IP: 202.169.226.56
@Yanti: hehe... betul banget mbak :D btw, nice to know you too :bighug  
 
@TaTa: Alhamdulillah, turut seneng deh dengernya, klo punya suami yg baik, rasanya sudah nggak pengen apa2 lagi ya Jeng :battingeyes)  
 
@De: hihihi, tapi klo lagi dicurhatin ndak ketiduran to mbak? hehehe... *becanda loh* -salam ya buat suami- ;)  
 
@Gita: yaaa gitu deh, padahal masih cukup banyak halaman kosongnya loh :D 
 
@Hariadhi: hihihi... abis ini jd lebih semangat nyiapin 'kuping' buat pacalnya to Mas? salam yah :)
 14 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 16-01-2008 10:23 , IP: 222.124.250.25
bahagianya yang punya tempat curhat... :) , bersyukur juga suamiku bisa tempat untuk curhat..walow kl curhatnya kepanjangan ditinggal tidur deh..hiks
 
< Prev   Next >

 
 
Owner..

Just a Simple Fa!

Fa - Yogyakarta

Love Kitty. Love Chocolate.

Love You.

Best View..

on 1024 x 768 pixel

with Latest Version of

Mozilla Firefox

& Opera

 

-

We have 44 guests online
Your IP Address: 38.107.191.101
Total Visitors: 1151794
Best Promo

Fa's Blog
Dari Dapur
Play with Fa
WideMart

 

   

Hosted by Jogja Medianet © 2007 ArdiFa