Seseorang berkata pelan di salah satu sisi telinga, memaksa jiwaku yang sedang berkelana dalam untaian mimpi untuk kembali memasuki raga...
"Hai cewek..., tujuh tahun lalu aku memintamu untuk menjadi milikku, dan hari ini, all of me is totally yours! seharian ini, seluruh waktuku milikmu seutuhnya, nggak akan ada urusan kerjaan, nggak akan ada game, nggak akan ada rokok, nggak akan ada satupun hal yang tak kau sukai hari ini. Bahkan kalau perlu, aku nggak akan tidur sebelum kau ijinkan. Kalau kamu pengen jalan, akan aku anterin. Kalau pengen makan, biar aku yang buatin atau beliin. Suruhlah apa saja yang kau ingin aku lakukan. Mintalah apa saja yang kau inginkan yang sekiranya dapat aku berikan. Pokoknya, hari ini aku milikmu, seutuhnya, seluruhnya.. Meski belum sepadan, anggaplah ini hadiah spesial untukmu, untuk kesetiaan, pengorbanan dan kesabaran selama tujuh tahun itu..."
Ah, aku hanya dapat tersenyum. Rasa haru dan bahagia seketika mewarnai seluruh ruang kosong di kamar ini. Yah, tepat tujuh tahun yang lalu, kita memutuskan untuk saling mengikat hati, menyatukan janji dan bertekad menapaki satu jalan cita-cita. Memang bukan hitungan waktu yang luar biasa, tapi kita bertahan sampai sejauh ini merupakan satu hal yang sangat menakjubkan, sesuatu yang memang pantas kita rayakan. Tanpa kuasa kubendung, sebulir air mata terjatuh..., aku kembali memejamkan mata, kembali menyusuri mimpi-mimpi indahku.
Terima kasih telah mempertahankan kebersamaan ini, terima kasih atas tujuh tahun yang telah kita lalui. Semoga kita semakin dewasa dan semakin bijaksana. Semoga segala sesuatu yang pernah kita lalui, segala cerita yang turut mewarnai mampu membuat hati kita semakin kaya, hingga hidup kita semakin bermakna. Dan segala kesalahan yang pernah terjadi, semoga membuat kita senantiasa waspada, agar tak terulang lagi dan lagi. Semoga tujuh tahun ini, membuat kita semakin bertanggung jawab atas hidup yang kita pilih.
Only registered users can write comments. Please login or register.