Kemaren-kemaren, sempet stres juga mikirin gimana cara memindahkan 15 ekor hamsterku dari Malang ke Jogja (scara nggak mungkin sewa mobil cuman buat mindahin mereka :p). Naik bis, jelas nggak mungkin, aku kan sendirian, jadi nggak mungkinlah otong-otong (halah, bahasane opo to yo) 2 akuarium kecil plus 1 kardus perlengkapan dan mainan hamster plus satu tas gede perlengkapan dan mainan ku. Mbayangin aja wes mumet! Naik kereta? Ah, aku nggak suka kereta. Jadi mesti pake jasa travel. Tapi kan... nggak boleh bawa binatang! Hiks...
Setelah telepon sana-sini, ngelobi travel ini-itu, akhirnya dapet juga travel yang mau ngangkut aku dan makhluk-makhluk kecilku itu, dengan catatan, TIDAK MENGGANGGU PENUMPANG LAIN. Huuu... iya deh, mereka kan anak-anak baik, nggak bakal ngeganggu lah. Mereka juga bersih, jadi nggak bakal bau. Dan yang penting mereka nggak bakal bisa kabur
Oiya, mereka aku masukkan dalam 2 akuarium ukuran 50x24 cm. Masing-masing akuarium itu aku sekat menjadi 2 sehingga total ada 4 kotak. 1 kotak diisi Kitty dan anak-anaknya, 1 Kotak diisi Mini dan anak-anaknya, 1 kotak diisi Minul dan anak-anaknya dan 1 kotak lagi diisi para 'bapak-bapak'. Deg-degan plus was-was tentu saja nggak henti-hentinya membayangi aku, bayangin aja, baru beberapa menit naik travel, mereka udah ada yang bikin ulah dengan mengeluarkan bunyi 'ciat-ciat'. Kaget kali sama guncangan selama perjalanan. Tapi its okey, penumpang lain nggak ada yang protes. Baru keluar dari wilayah Malang, tiba-tiba ada suara 'gubrak' dan dilanjutkan dengan bunyi 'ciat-ciat' yang semakin keras dan sering. Hiks, si bapak supir sampe ngelirik lewat kaca spion. Penumpang lain masih pura-pura nggak denger, cuek. Syukurr.... upfff... tapi kok ada gubrak lagi? Oh ternyata sekat antara si Minul dan para 'bapak-bapak' lepas. Whuaa..... bayangin, anak-anak Minul yang masih merah-merah itu kecampur sama Kitto dan Cikko! Klo dimakan gimana??
Langsung deh aku minta tolong pak sopir untuk berhenti sebentar, scara kan akuarium yg sekatnya lepas itu ada di bagasi, jadi klo mau mbenerin musti turun dulu kan? Untungnya, si sopir emang mau berhenti beberapa puluh meter kemudian karena mau ngambil paketan barang di kantor cabang luar Malang, jadi aku bisa segera mbenerin sekat itu. Urusan sekat beres, ehh, ternyata, botol2 minum mereka pada kosong! Lha... kemana airnya ya? Ternyata karena terguncang selama perjalanan (maklum, jalan keluar Malang lewat jalur selatan kan cukup berkelok-kelok gituh) airnya pada tumpah ruah. Hiks, walhasil, selama dalam perjalanan, yang ada aku malah puyeng sendiri mikirin mereka, takut kehausan, trus dehidrasi, trus mati...aaa...jangan deh plis... Sampe-sampe suamiku protes, soalnya setiap blio nanya aku udah sampe mana, aku malah njawabnya nggak konsen dan nanyain soal hamster mulu, kira-kira mereka bakal kuat nggak nyampe Jogja. Hihi, maap ya say... *piisss deh*
Finally, akhirnya mereka bisa bertahan sampe Jogja, meski saat aku keluarin dan aku pindahin ke akuarium gede yang udah disiapin Mas, bulu-bulunya udah pada kucel dan basah kuyup karena bedding (alas serbuk kayu) mereka basah kena tumpahan air minum.