Alkisah, pada suatu ketika Sang Puteri hendak berjalan-jalan bersama dua orang temannya, Puteri Te dan Puteri En. Mereka memutuskan naik angkot daripada jalan kaki (maklum, ini kisah puteri tahun 2007 sesudah masehi, bukan tahun 2007 sebelum masehi di mana saat itu belum ada tunggangan bernama angkot!).
Di suatu ruas jalan, yang kanan dan kirinya masih banyak ditumbuhi pepohonan besar (yang jelas sih sengaja ditanam sama pemerintah, katanya buat penghijauan sekaligus pelindung aspal - plis deh, emang ini penting buat dibahas??), para puteri itu melihat sebuah spaduk berlatar biru yang cukup menyita perhatian, sayang, sebagian besar isi spanduk itu masih tertutup rerimbunan pohon dan beberapa banner lain (scara, spanduk itu masih nun jauh di sana dan si angkot berjalan dengan gemulainya
Puteri En: "hei, liat! ada yang gratis tuh..." (sambil menunjuk ke arah depan) Sang Puteri dan Puteri Te tentu saja dengan super antusias segera melihat ke arah yang ditunjuk Puteri En (hari gini ada gratisan, mesti cepet2 diserbu gitu loch!), "mana? apaan?" Puteri En: "itu, spanduk biru di depan, blom tau apaan yang gratis." dan kamipun kedua puteri itupun segera menangkap apa yang dimaksud oleh Puteri En. Iyah, sebuah spanduk biru dengan tulisan GRATIS yang cukup mencolok (untuk sementara, tulisan yang terlihat masih bagian ekornya saja, depannya blom kliatan). Waa... maka ketiga puteri itu mulai sibuk dengan terkaan-terkaan dan harapan-harapan masing-masing. Ada yang menebak buku gratis (maklum, agak2 kutu buku), ada yang mengharap facial gratis (yg ini setengah ngarep) dan ada yang mikir klo itu cowok gratis (plis deh, yang ini bener2 ngaco).
Dan... pelan tapi pasti, si angkot mulai mendekati spanduk itu. Dengan mata super awas, ketiga puteri itu segera dapat melihat isi spanduk biru itu selengkapnya, dan yang tertulis dengan huruf besar di situ adalah... MOBIL JENASAH GRATIS!
Kontan ketiga puteri itu saling berpandangan sejenak (aseli cuman sejenak kok ) dan tak kuasa menahan tawa!
"Makan tuh mobil jenasah!" seru salah satu dari mereka, dan yang lain menimpali, "alaaahh, koyok awakmu gak ngiler ae mau" (kayak dikau nggak mupeng aja tadi ). Hihihi...
Only registered users can write comments. Please login or register.