Doh, ntah kenapa akhir-akhir ini aku males banget nulis2. Padahal klo lagi masak, lagi nyuci ato lagi apa gituh suka ada aja ide-ide yang nongol. Tapi klo udah di depan komputer malah malesnya minta ampun. Dan klo udah males kayak gituh, mo nulis apa aja pasti deh bolak balik pencet backspace. Maklum aja, aku orangnya moody banget. Klo udah kehilangan mood, bener2 nggak bisa dipaksain. Ah wes, cukup dulu ngelanturnya. Kali ini aku cuma mau cerita sedikit, mumpung lagi mood (sedikit..., simak yah...:p).
Tadi malem, aku dan suami nonton Long Road to Heaven . Udah dari jumat kemarin sih pengen nontonnya, tapi teteup dong nunggu hari Senin biar bisa nomat, hehe. Okeh, aku bukannya mau nulis resensi tuh film, secara umum, isi film itu bagus, malah klo mau sedikit diselami menurutku bagus banget, asal kita melihatnya dengan akal sehat dan fikiran jernih...
Ada beberapa kalimat dalam film itu yang sangat berkesan dan cukup 'menyentil' fikiranku. Tapi yang paling menohok, adalah kalimat yang diucapkan oleh tokoh pemeran Ali Imron pada abangnya, si Amrozi. Kurang lebih begini, "apakah cara pandang Allah (SWT) terhadap kita sama dengan cara kita memandang anak-anak yang sedang bermain itu ya Mas? Mereka sangat senang akan apa yang mereka lakukan sedang kita melihatnya hanya sebagai permainan yang tak berguna." Deg! darahku berdesir seketika.
Yah, kadang kita terlalu yakin dan terlalu senang akan apa yang kita lakukan atau rencanakan, sehingga kadang keyakinan yang terlalu kuat itu membuat mata batin kita tertutup dan akal sehat kita seperti tumpul. Kadang kita juga terlalu yakin akan apa yang sebenernya tidak kita ketahui. Tapi pada intinya, aku setuju pada pesan yang ingin disampaikan film itu, bahwa tidak ada jalan pintas menuju surga. Jalan ke surga tetap akan menjadi suatu jalan yang panjang, bukan karena Allah SWT tidak penyayang sehingga jalan ke surga dibikin sulit, tapi karena di sepanjang jalan itu setan-setan, hawa nafsu dan kebodohan kita sebagai manusia akan terus mencoba menggiring kita ke neraka. Karena itu, mari kita berjihad.... berperang hingga tetes darah terakhir, melawan setan, hawa nafsu dan kebodohan kita. Allaahu Akbar!
Only registered users can write comments. Please login or register.