owner..

Just a Simple Fa!

Fa - Yogyakarta

Love Kitty. Love Chocolate.

Love You.

menus..
Home
sehari-hari
hasil dapur
ungkapan hati
artikel
pengumuman
album foto
buku tamu
kirim surat
Cari
visitors..
Total Visitors: 399629
Your IP Address: 38.103.63.17
Popular
Lastest Comments
cupcake buat si tuan...
bagi satuuuuu....**antri bawa piring** Met Milad utk si "Tu...
26/07/08 01:59 More...
By RhieN

Buku Sekolah Elektronik, Mari ...
Setuju tu !
Pertamax ... BSE gratis dibagikan Aku aja donlote lama Ha...
26/07/08 01:10 More...
By aGoonG

cupcake buat si tuan...
mana liputannya??
jadi mana nih liputan ultah si tuan besar? btw, ikutan nguc...
24/07/08 15:54 More...
By Nunik

cupcake buat si tuan...
Kue Cantik
Iiihh kue nya secantik yg bikin... enak sekalii jadi si Tua...
23/07/08 22:48 More...
By beble

cupcake buat si tuan...
Ehm...
Slurp..... Kayaknya Cap cuz... tuh :grin Kalau dikas...
23/07/08 12:47 More...
By gi3

banners..
banner

Indonesian Muslim Blogger

not only reviews!

yang kadang terlalu lutju untuk dilewatkan...

Bangga Bergabung Dengan CAHANDONG.ORG

Bangga Menjadi Anggota Blogger Malang Raya!

Indonesian Blogger Condemn Israel (call for action)

Save Our Masjid!

Stop Bugil di Depan Kamera!

Dukung dan Cintai Indonesia apa adanya!

Solidaritas untuk anak Indonesia

Puas Menggunakan Joomla!

PageRank Checker

syndicate..

 

 

Poligami, Bukan Produk Islam Print E-mail
Written by Fanya Ardianto   
Thursday, 14 December 2006

Huhh..., semakin gencarnya polemik tentang poligami akhir-akhir ini ternyata bikin aku nggak tahan juga untuk tidak ikut membahasnya. Karena setalah mbaca tulisan temen-temen blogger lain tentang opini mereka masing2, lama-lama gerah dan 'gatal' juga pengen ikutan 'nimbrung'. Jangan tanya aku ada di pihak mana, pro atau kontra. Klo ada waktu luang, silahkan baca saja dan simpulkan sendiri, hehe...

Yang jelas, klo ditanya soal Aa Gym (karena kebanyakan perhatian para pemerhati poligami lagi tertuju padanya), aku setuju-setuju saja sama keputusan blio untuk berpoligami. Meski begitu, ada satu hal yang kurang bisa aku terima, yaitu kenapa pilihannya harus jatuh pada sesosok Alfarini (jangan tanyakan kenapa).

Okeh, balik lagi ke soal poligami. Banyak pendapat yang bikin aku bingung, baik dari yang anti sama poligami maupun pendapat dari yang 'mbelani' poligami. Kedua-duanya (yang pro dan kontra itu) menulis pendapat mereka dengan berbagai cara (bahkan cenderung provokatif) dengan dilengkapi dalil-dalil yang kadang aku rasa terlalu memaksa (seperti ayat-ayat Alqur'an yang diambil sepotong, hadis yang nggak jelas alur perawiyannya, sejarah yang diambil sepenggal-sepenggal, dll) yang justru bukannya 'mencerahkan' tapi malah tambah bikin bingung dan pusing. Sehingga, ada sebagian orang yang 'senyatanya' kurang tahu bahkan mungkin tidak tahu apa-apa ikut-ikutan membuat tulisan 'berapi-api' yang malah bikin keruh dan semakin mengaburkan makna poligami sebenarnya.

Yah, aku sendiri bukan orang yang tahu banyak tentang poligami (bahkan mungkin pengetahuanku tentang poligami amat sangat sedikit dan sederhana), jadi kalau nanti ada salah-salahnya, mohon diluruskan. Tulisan ini tidak aku buat untuk 'mengukuhkan' pandanganku tentang poligami, bukan pula untuk 'memberi pencerahan', tapi untuk sarana belajar bersama. Just to remind us, karena sebagian dari kita telah 'terjebak' dalam suatu paradigma seputar poligami dan berusaha 'membenarkan' pendapat diri sendiri.

Hal pertama yang bikin aku pening, sebagian dari kita berpendapat (dan berusaha mengukuhkan pendapat tersebut dengan mengutip ayat atau hadits dengan cara yang tidak 'sopan') bahwa poligami dilahirkan atau diproduksi oleh Islam, bahwa Nabi Muhammad SAW-lah yang mengajarkan umat manusia untuk berpoligami. Benarkah itu? Sepanjang yang saya tahu, sejarah menunjukkan bahwa praktek poligami sudah ada jauuuuhhhhh (pake 'u' dan 'h' lebih dari satu yah) sebelum Nabi SAW dilahirkan. Saya ndak perlu nunjukin sejarah mana, sangat tidak susah mencari raja-raja yang berselir puluhan bahkan ratusan jauh sebelum tahun masehi. Yang saya tahu juga, justru aturan poligami dalam Islam berusaha memberi 'batasan ketat' atas kebiasaan 'primitif' yang sudah ada sebelumnya. Istilahku sih, Islam justru mengatur biar ndak ngawur.

Hal kedua, kok sepertinya di antara kita yang pro dan kita yang kontra jadi seperti ingin 'saling mengungguli' yah? (saya ndak sampai hati memakai istilah 'saling menjatuhkan'). Caranya pun aneh-aneh (menurut saya). Kata yang pro: yang tidak menyetujui poligami sama aja dengan mengingkari sunnah Nabi SAW dan ketetapan Allah SWT dengan demikian bisa dikatakan 'musyrik kecil', yang tidak menyetujui poligami berarti tidak menghargai wanita-wanita yang mungkin bisa jadi perawan tua (yang begini ini terlalu berpegang teguh pada angka statistik yang menunjukkan jumlah wanita lebih banyak dari pria), bagi yang sudah mampu hukumnya wajib berpoligami (hah?! emangnya ibadah haji?).

Trus menurut sebagian kita yang kontra: yang berpoligami sama aja 'menganiaya' wanita, tidak menghargai perasaan wanita, yang menyetujui poligami berarti napsunya gede, yang berpoligami dibilang takabur karena sok yakin bisa berlaku adil, dan lain-lain yang seolah-olah mau menunjukkan bahwa poligami adalah hal paling buruk, hal paling tidak berperikemanusiaan (klo agak hiperbol, maap, kebiasaan nulis puisi jadi gemar mendramatisir, hehe).

Mana yang benar, mana yang salah? Menurutku dua-duanya salah. Poligami bukan suatu hal yang patut diagung-agungkan sehingga bisa dikaitkan dengan iman/islam atau tidaknya seseorang (soalnya ada temen yang bilang, klo nggak nerima poligami = nggak islam, aku jawab aja, memangnya poligami masuk dalam salah satu rukun islam??). Poligami juga bukan suatu hal yang patut dinista sehingga penganutnya harus disingkirkan. Just be cool, kita harus saling belajar menempatkan sesuatu pada tempatnya, apalagi klo menyangkut hukum agama. Kalau tidak, bisa disebut bid'ah atau mengada-ada. Naudzubillah...

Nah, yang ketiga, kok semakin santer terdengar klo poligami itu sunnah yah? bahkan ada yang bilang sunnah muakkadah atau sunnah yang dianjurkan. Sepengetahuanku (mohon maaf dan mohon diluruskan kalau aku salah, pengetahuanku masih dangkal loh), hukum poligami itu bukan sunnah, tapi rukhshoh atau keringanan. Contoh rukhshoh itu ya seperti sholat boleh dilakukan sambil duduk atau tiduran kalau tidak mampu berdiri, puasa boleh dibatalkan bagi musafir, dll. Lalu bagaimana dengan Surah Annisa' ayat 3 yang selama ini dikumandangkan sebagai 'anjuran poligami' dengan bunyi : ...maka kawinilah wanita-wanita yang kamu senangi, dua, tiga atau empat."?? Seperti yang aku bilang tadi, ayat itu terpotong. Terjemahan komplitnya seperti ini : "Dan jika kamu tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya". Lalu, coba saya tuliskan juga terjemahan ayat 129 masih di Surah yang sama: "Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (WARNING: mohon tidak mengkaji lebih jauh arti ayat-ayat Al-Quran dari saduran atau terjemahannya secara langsung, karena bahasa satu dengan yang lain terkadang tidak cukup mewakili maksud/makna, kalau ingin mengkaji lebih dalam, sebaiknya gunakan bahasa aseli Al-Quran).

Kenapa Nabi SAW melakukannya? Bukankah apa yang dilakukan Nabi (katanya) merupakan sunnah yang harus ditiru? Jawabnya bisa puanjang banget! Yang jelas sih, menurut sepengetahuanku (berdasarkan jasa para guru, kiai dan ibu nyai tempat aku menimba ilmu), Nabi SAW adalah sosok manusia yang sempurna dan kita, umatnya, tak bisa menyamai kesempurnaan itu. Ada hal-hal yang sanggup dilakukan oleh Beliau yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa apalagi yang banyak dosa seperti kita. Dan, sepengetahuanku juga, Nabi SAW berpoligami karena alasan-alasan yang mungkin sulit kita temui saat ini. Misalnya, menyelamatkan janda dari panglima yang gugur di medan perang, menikahi seorang wanita untuk menetapkan hukum (untuk menegaskan bahwa anak pungut tidak boleh disamakan kedudukannya dengan anak kandung, agar tidak mengaburkan garis nasab/keturunan: keterangan selengkapnya silahkan cari sendiri di sejarah), dan lain-lain. Menurut logika saya, kalau saja poligami itu hukumnya sunnah (apalagi muakkadah), mungkin Nabi SAW akan berpoligami sejak istri pertama Beliau, yaitu Khadijah Al-Kubro masih hidup, dan Nabi SAW tidak akan melarang Ali RA untuk menduakan Fatimah RA.

Jadi, hukum poligami bukan sunnah bukan pula haram. Jadi silahkan saja mau pro atau kontra. Poligami bukan salah satu rukun Islam atau Iman, poligami juga bukan salah satu hal yang menjijikkan (poligami yang lurus lho). Poligami hanya diperbolehkan, dengan syarat dan aturan yang ketat (bahkan mungkin sangat berat). Jika poligami yang dilakukan bisa membawa kebaikan atau kemasalahatan dalam keluarga, Insyaallah akan dihitung sebagai amal ibadah yang akan ditukar dengan voucher masuk syurga. Tapi jika poligami yang dilakukan malah membawa petaka, menyakiti salah satu atau salah dua dari anggota keluarga, Insyaallah justru akan berbuah voucher masuk neraka. Jadi jangan coba-coba berfikir untuk berpoligami hanya karena menurut si Itu poligami adalah ibadah, atau hanya karena mengikuti jejak ulama Anu. Mari ukur kemampuan diri sendiri dan keluarga. Ditimbang baik buruknya. Dan yang lebih penting, hormati pendapat orang, jangan saling 'menjatuhkan' (akhirnya istilah ini kepake juga) hanya karena pro dan kontra.

Oya, yang terakhir, saya sendiri Insyaallah tidak keberatan jika suatu saat nanti harus dimadu. Tentu jika aku merasa suamiku dan diriku sudah mampu memikul manis-pahitnya poligami. Wallahu A'lam...

Write Comment


Name:
E-mail
Homepage
Title:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Comment:



I wish to be contacted by email regarding additional comments
Please, calculate first,.....
3HX         MMU      
5      O      1   T7O
ISK   1GH   3AE      
  9    M      3   SET
O3L         E1C      


Quote this article on your site | Views: 2180

  Comments (25)
RSS comments
 1 weh
Written by TaTa, on 15-12-2006 07:48 , IP: 222.124.144.247
hmm binun mo komen apa ... tapi yah klo udah memutuskan poligami ada konsekuensi yg harus ditanggung...termasuk konsekuensi diomongin ma tetangga hihihihi
 2 wise wife....
Written by ari, on 15-12-2006 10:31 , IP: 202.158.69.35
ass..wah..andai..semua orang terutama wanita bisa bersikap adil dan bijak seperti mbak Fa...damailah dunia..salut untuk penjelasannya yg berimbang, proyektif, konstruktif serta solutif.. 
bagi saya sendiri sbg laki2 sebenarnya hanya befikir...POLIGAMI bukan untuk dibicarakan dan diperdebatkan...tp dijalani bagi yg MAMPU (dgn segala syarat dan dimensinya, terutama spt yang mba fa sebutkan asal sang SUAMI dan sang ISTRI cukup MAMPU)...atau diam dan cukupkan satu saja bagi yg belum apalagi tidak mampu..agar tidak ada fitnah..
 3 postingannya TOP euy...
Written by ghia, on 15-12-2006 11:16 , IP: 222.124.20.235
wah untung aku mampir dan baca postingannya.. bagus euy...jadi nambah nih pengetahuanku.. thanks ya..
 4 Written by superone, on 15-12-2006 17:59 , IP: 222.124.88.153
alhamdulillah, akhirnya nemui juga, tulisan tentang poligami yang mampu tidak membuat gue pusing tujuh keliling. 
 
simpelnya, poligami itu ibarat pintu darurat. oke!
 5 Written by Dewie Sekar, on 17-12-2006 00:14 , IP: 61.94.10.138
Fyi... kereen, Jyeng! 
Baru kali ini aku nemu pembahasan ttg poligami yg 'jernih'. :) 
 
Soal Aa' Gym, kayaknya mendingan kita bantu doa aja.. semoga Teh Ninih diberi ketabahan-kesabaran-keikhlasan dalam menghadapi ujiannya, juga semoga si Aa' bisa berlaku adil. Amiiien...
 6 Written by iffah, on 18-12-2006 11:11 , IP: 125.161.132.140
siiip lah saya setuju mbak yg alinea yg terakhir itu,semoga kita selalu ditakdirkan yang manis2 yah,dan kita siap menjalaninya amiin
 7 Written by asiya, on 19-12-2006 00:21 , IP: 62.150.96.83
asiya baik tante... sehat.. aduh judulnya profokatif... (bener apa gak bener poligami bukan produk islam???)
 8 stuju tapi...
Written by imhaya, on 19-12-2006 02:36 , IP: 125.162.249.107
sbnrnya gw stuju2 aja ama isi tulisannya.. cm yg aku gak stuju itu judul dr tulisannnya; "Poligami, Bukan Produk Islam". Menurutku sih itu tetep aja produk islam. Klo bukan produk islam, trus produk dr mn donk? budaya? tp Kan Muhammad (the best mankind) berpoligami. dan muhammad pembawa islam. 
 
[menurutku] muhammad melakukan poligami, disamping tujuan mslnya yg sdh disebut ditulisan mba diatas, jg krn beliau ingin spy ditiru/diteladani oleh umat setelahnya. kl kt bilang kt tdk bs meniru muhammad "krn dia rasul, beda dgn kita org biasa yg bnyk dosa", sy pikir justru krn bliaw rasul, maka apa yg dilakukannya tentu sdh dia prtimbangkan baik2 utk umatnya sterusnya. [menurutku] pertimbangan muhammad berpoligami ad; spy umatnya meneladaninya. mari kt anggap realitasnya emg kt tdk bs meneladani rasul dlm hal berpoligami, pastilah itu sdh dipertimbangkan rasul, dan sy yakin kl emg gt rasul tdk akan berpoligami (krn pertimbangan ummatnya tdk mampu meneladaninya). tp toh rasul muhammad berpoligami. artinya ia tahu kl umatnya mampu meniru dlm hal poligami ini.  
 
sorry atas celotehku...
 9 Written by Fanya Ardianto, on 19-12-2006 08:44 , IP: 124.81.114.66
sebelumnya, makasih banget yah buat temen2 yg udah nyempetin komen ato sekedar mbaca2 di sini :) 
 
to TaTa : setuju, ssttt... :p  
 
to Bang Ari : mujinya jangan banyak2, jadi ge er saya Bang :grin  
 
to Ghia : alhamdulillah deh klo ada manfaatnya :) btw, linknya Ghia mana niy? 
 
to Superone : setuju dek! :)  
 
to Dewie Sekar : sejernih apa nih mbak? hihihi... 
 
to Iffah : amiiinnn... 
 
to Asiya : hehe, syukurlah klo Asiya baik2 aja, btw, bener kok poligami itu bukan produk islam, krn jauh sebelum islam diturunkan, praktek poligami sudah ada :) 
 
to Imhaya : aduh, piye ya jelasinnya, prasaan di atas udah ada deh keterangan tentang kenapa poligami tidak saya sebut sbg produk islam, islam hanya memberi aturan jelas dan ketat pada yg namanya poligami, kalau Nabi SAW berpoligami, itu bukan berarti Nabi yang menciptakan poligami kan? Dan menurut jumhur ulama', poligami bukan sunnah hukumnya, tapi mubah karena poligami hanya merupakan rukhshoh (spt yang sudah saya tulis). Skrg coba ditanyakan saja, kalau memang Nabi SAW 'menyunnahkan' poligami, kenapa beliau tidak berpoligami sejak Khadijah masih hidup? dan kenapa beliau melarang Ali RA agar tidak memadu Fatimah? (wallahu a'lam)
 10 Written by Beve, on 21-12-2006 17:43 , IP: 219.81.203.141
aklak manusia tidak selalui dilihat dari agama yang dipeluk tapi adalah perbuatan orang itu dan pertanggung jawabannya terhadap Tuhan, tapi sayang sekali kalau membuat kesalahan tapi agama menjadi sumber pelarian dari mistakenya itu :sigh
 11 setujuuuu
Written by Atik Ilmawati, on 22-12-2006 10:28 , IP: 222.124.24.91
poligami yang dipahami oleh masyarakat indonesia bukan seperti poligami yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Nabi Muhammad berpoligami karena pada saat itu terjadi perang shg byk janda2 yg ditinggal mati suaminya. tujuan nabi berpoligami adl utk melindungi janda2.Lagi pula wanita yg dinikahi nabi umurnya jauh lebih tua drpd umur nabi sendiri.Jika ditanya kenapa mau pologami, jawaban org Indonesia adl utk menghindari zina. Hanya alasanya? Rasanya tdk masuk akal jika alasannya hanya utk menghinadri zina. poligami di masa jahiliyah, istri2 hanya dijadikan alat pemuas hawa nafsu. Perempuan di jaman kerajaan2 tdk hanya sbg pemuas hawa nafsu, tapi juga sbg salah satu tanda kekuasaan raja. Poligami yg dilakukan pd saat ini byk alasannya, saalah satunya adl perempuan digunakan sbg fungsi sosial. Coba deh temen2 nonton film BERBAGI SUAMI. Jadi, dlm konteks budaya patriarki, tubuh perempuan hanya dijadikan alat saja.
 12 Written by w@hyu, on 23-12-2006 11:47 , IP: 202.147.199.202
pembahasan yg sangat berimbang. saya lebih setuju utk gak meributkan poligami. intinya, bagi yg merasa mampu dan siap lahir-bathin, silakan aja, toh poligami bukan sesuatu yg (minjem istilah Mbak Fa) menjijikkan. tapi bagi yg gak mampu, jgn sampai dalil2 agama dijadiin pembenaran. 
 
btw saya sangat tersentuh membaca paragraf yg terakhir...
 13 Written by tyka82, on 24-12-2006 07:22 , IP: 202.148.31.86
insyaallah, jikalau emang semua sudah siap, ikhlas dan bisa adil...saya setuju poligami walo sakiit pasti rasanya.
 14 poligami tidak ada kaitannya dengan seli
Written by ary, on 26-12-2006 11:55 , IP: 202.153.252.73
ya nih banyak postingan yang malah mengait2kan selingkuh dengan poligami... biasanya di posting oleh yang pro poligami... untung deh ada postingan begini kalau ga makin ga jelas ajah walaupun sebenarnya aku ndak mau tahu poligami dan tidak tertarik dgn poligami
 15 Written by yatna_wardayanta, on 01-01-2007 10:07 , IP: 202.169.231.102
Kalau berbicara Poligami boleh asal adil, maka menurut saya Selama itu masih manusia tidak mungkin akan bersikap adil, yang adil hanya ALLAH SWT, tidak ada lainnya.
 16 Written by cacingkepanasan, on 06-01-2007 16:18 , IP: 222.124.19.26
Kalo cacing stuju tuh, menurut Cacing juga nabi Muhammad SAW tuh alesan buat poligaminya kuat. Di kita sih suka di salah artiin jadi gak jelas :(
 17 Tanggapan kenapa Teh Rini
Written by Nasirudin, on 17-01-2007 12:08 , IP: 125.163.248.117
Menurut saya kalau Aa' Gym menikah sama Teh Rini, biar bisa adil Lah. Teh Rini kan Cantik, Teh Nini juga cantik. Kalau Aa' Gym menikah dengan Nenek... lebih berat untuk bisa adil, ngukurnya sangat susah... 
Menurut saya gitu sih... 
Bagi kaum laki yang berpoligami, ingatlah hadits Rasulullah shallallahu 
'alaihi wa sallam ini 
"Barangsiapa yang memiliki dua orang istri lalu ia condong pada salah 
satunya, maka ia akan datang pada hari kiamat sedangkan bahunya miring." 
(HR. Abu Daud (2/242))
 18 Ikutan komen dikit (CMIIW)
Written by penjelajah, on 24-01-2007 12:06 , IP: 202.93.128.66
Ada bbrp poin yg mnurut sy perlu ditelaah (CMIIW: sama2 belajar ya mba..): 
1. ada satu hal yang kurang bisa aku terima, yaitu kenapa pilihannya harus jatuh pada sesosok Alfarini (jangan tanyakan kenapa). >> Ada mslh apa dg Alfarini, dalam kutipan surah Al Qur'an di atas:maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat, jadi yah suka2 yg milih kali ya.. senengnya ama yg gimana 
 
2.bahwa poligami dilahirkan atau diproduksi oleh Islam, bahwa Nabi Muhammad SAW-lah yang mengajarkan umat manusia untuk berpoligami. Benarkah itu? >> kalo ga disebut mengajarkan, buktinya memang beliau melakukan poligami dan apa yang dikerjakan beliau adalah qudwah (teladan) bagi umatnya, jadi disini walau poligami telah menjadi tradisi seblum kerasulan bliau, Rasul memberikan contoh poligami yg ideal (bukan berarti ideal itu 9 istri, tetap tdk bole menyalahi aturan Al Qur'an yg mengatur max 4 org istri, kelebihan dr 4 bagi Rasul itu adl kelebihan bliau yg tdk bs disamakan dg kita sbg manusia dhaif) 
 
3. (soalnya ada temen yang bilang, klo nggak nerima poligami = nggak islam, aku jawab aja, memangnya poligami masuk dalam salah satu rukun islam??)>> bisa dibilang murtad kecil (keluar dr agama Islam), krn ketika kita beriman dan berIslam, mau tidak mau qta harus taat dan menerima segala aturan Allah dalam 1 paket yg bernama Islam, termasuk beriman kepada Alquran (artinya percaya & yakin pd apa yg tertulis dlm Al Qur'an termasuk ayat yg membolehkan poligami kan?), dan dlm rukun Islam yg plg pertama adl ikrar syahadat yg artinya qta mengukuhkan diri pada Tuhan Yang Esa dan Muhammad sbg Rasul. Klo mengingkari poligami apa itu ga menentang Allah & RasulNya? 
 
4.Dan, sepengetahuanku juga, Nabi SAW berpoligami karena alasan-alasan yang mungkin sulit kita temui saat ini.>> bbrp istri beliau memang dinikahi krn alasan tertentu (janda terhormat yg aqidahnya subhanallah, untuk politik & juga krn suruhan Allah utk menjelaskan hukum anak angkat), tp jgn lupa bahwa Rasul menikahi juga seorang Aisyah yg cantik, pandai, dan masih gadis.  
 
5. Menurut logika saya, kalau saja poligami itu hukumnya sunnah (apalagi muakkadah), mungkin Nabi SAW akan berpoligami sejak istri pertama Beliau, yaitu Khadijah Al-Kubro masih hidup, dan Nabi SAW tidak akan melarang Ali RA untuk menduakan Fatimah RA.>> waktu pertama kali baca, memang sy jg sempet se7, tp setelah melakukan pencarian, sy menemukan jawaban bahwa Rasul tdk memadu Siti Khadijah krn bliau tdk berniat utk itu (Rasul bersifat maksum yg selalu terjaga dr keburukan, bahkan sebelum menjadi Rasul, bs dibayangkan klo beliau mengikuti tradisi Arab yg beristri banyak, trus pas turun ayat harus menceraikan istri2nya yg lebih dr 4) dan ketika menikahi Khadijah bliau belum menjadi Rasul. Dan apa yg dilakukan oleh Rasul itu adalah sesuai apa yg dikehendaki Allah untuk menjadi contoh, termasuk poligami itu sendiri. Tentang Fatimah, yg sy dptkan bahwa Rasul melarang Ali memadu putrinya krn calonnya adl seorang musyrik (CMIIW). Dan kalopun Rasul melarang poligami, tentunya ga akan membiarkan para sahabatnya berpoligami. 
 
6. Jika poligami yang dilakukan bisa membawa kebaikan atau kemasalahatan dalam keluarga, Insyaallah akan dihitung sebagai amal ibadah yang akan ditukar dengan voucher masuk syurga. Tapi jika poligami yang dilakukan malah membawa petaka, menyakiti salah satu atau salah dua dari anggota keluarga, Insyaallah justru akan berbuah voucher masuk neraka. >>> se7 banget deh 
 
Maaf klo tidak berkenan..
 19 Written by Fanya Ardianto website, on 31-01-2007 22:44 , IP: 202.169.226.56
1. Soal Alfarini, plis... ndak usah dikomentari, hehe, aku ngerti banget itu adl hak AA Gym sepenuhnya, jd nggak perlu dijelasin apa krn itu cuman pendapat subyektifku semata 
 
2. statemen ini aku maksudkan utk menjawab pendapat org2 non muslim yang kadang menyudutkan islam, yg mengatakan bahwa islam tdk menghargai wanita dg diajarkannya poligami. coba dibaca lagi, statemen itu aku maksudkan utk meluruskan bahwa islam td spt itu, poligami sudah ada jauh sebelum Nabi Muhammad diutus, justru islamlah yg membuat poligami bisa terkendali, misalnya dg menetapkan maksimal 4 org istri dan dg syarat mutlak harus adil.. jadi, menurut saya, Nabi SAW dan islam memang tdk memproduksi dan mengajarkan poligami, tapi beliau mengajarkan dan melakukan bagaimana poligami yang benar. 
 
3. nggak nerima yg saya maksud bukan berarti mengingkari, tapi tidak mau berpoligami (beda kan?). nah, coba anda fikir, puasa rajab adl sunnah, apakah org yg tdk mau puasa di bulan rajab bisa disebut murtad kecil? berpoligami atau tidak, nggak bisa jadi ukuran islam tidaknya seseorang kan? klo utk mengukur tingkat keimanan mungkin iya. tp bukan berarti org tdk berpoligami sama dg tidak iman kan? 
 
4. Yang jelas, aku yakin, Nabi SAW tdk menikahi Aisyah hanya karena tergiur akan kecantikan Aisyah dan merasa khawatir akan berzina (spt kebanyakan alasan poligami saat ini, kuatir berselingkuh!). 
 
5. Saya tidak pernah mengatakan Nabi SAW melarang poligami secara umum, beliau hanya melarang Ali RA utk memadu Fatimah RA, dan sepengetahuan saya, larangan itu bukan karena calonnya kafir, tapi karena Nabi kuatir Fatimah RA merasa sakit. Klo saya boleh tahu, dimanakah Anda mendapatkan bahwa alasan larangan itu krn calonnya musyrik? saya pengen baca juga nih, soalnya saya bener2 blom tahu.. 
 
6. Syukurlah klo setuju :) yang jelas, bukankah sebaiknya kita sbg manusia selalu berhati2? klo suami-istri belum siap memasuki gerbang poligami, memang sebaiknya tdk dipaksakan, meski dg alasan 'tiket' ke surga. Karena sbg manusia kadang kita terlalu yakin pada kemampuan diri utk sabar, ikhlas dan adil padahal kita sendiri belum pernah benar2 mengukur kemampuan itu. Wallaahu A'lam. 
 
btw, Sdr. penjelajah, alamat url atau imelnya mana nih? ;)
 20 koment trahir
Written by imhaya website, on 06-02-2007 13:09 , IP: 125.162.249.107
Poligami diributkan, kondom dilegalkan.. ANEH!!! :D heuheuhwhe
 21 Written by Fanya Ardianto website, on 25-03-2007 16:23 , IP: 125.164.127.138
walah, kondom kok dibawa2 ke sini? :) siapa yg meributkan poligami dan siapa yg melegalkan kondom? apakah dr golongan yg sama? :)
 22 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 05-04-2007 17:03 , IP: 222.124.59.30
Menarik bahasannya. 
 
Saya sangat suka ulasan Mbak Fa, dan ini mengingatkan salah satu postingan yang dimuat di website saya http://www.WSyakinah.com bahwa dalam masa kehidupan Nabi 63 tahun, Beliau menikah selama 36 tahun, dimana 28 tahun beliau monogami dengan Siti Khadijah, selebihnya dua tahun setelah wafatnya Siti Khadijah, beliau berpoligami dan itu hanya selama 8 tahun. 
 
Kalaulah poligami itu sebagai sunnah, tentu ini sudah dijalani oleh Nabi pada saat beristrikan Siti Khodijah, tapi ini tidak dilakukannya. 
 
Poligami yang diajarkan oleh Nabi lebih merupakan contoh kepada kita yang ingin berpoligami dan kalau kita lihat dalam Al-Qur'an yang dikutip di atas, sebenarnya itu merupakan satu peringatan bagi kita untuk berhati-hati mengambil keputusan untuk berpoligami, karena poligami itu dapat membahayakan kita menjadi orang yang tidak adil dan ini akan berat ganjarannya. 
 
Jadi saya sangat setuju bahwa poligami bukan satu sunnah, tapi Islam mengatur poligami dengan baik. 
 
Wassalam, 
Syamsul 
http://wsyakinah.blogspot.com 
http://www.wsyakinah.com
 23 POLIGAMI anugerah yang terzalimi
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 14-11-2007 05:44 , IP: 125.163.226.242
Beberapa realitas memang membuktikan bahwa sebagian kaum muslimin kebablasan dalam memahami dan menerapkan poligami. Ada yang menyatakan bahwa poligami itu wajib, atau minimal sunnah bagi setiap muslim dalam setiap kondisi. Ada juga yang melaksanakan poligami tanpa perhitungan, tanpa upaya berlaku adil, tanpa mengindahkan kemaslahatan.Di sisi lain, di mata mereka yang telanjur membencinya, pelaku poligami disorot dengan pandangan sinis, tak ubahnya pelaku tindak kriminal. Poligami dianggap melecehkan harkat wanita, berbahaya karena bisa menambah ekses kekerasan dalam rumah tangga. Mereka bilang, adil dalam berpoligami itu tidak mungkin. Bagaimana sejatinya? Buku POLIGAMI Anugerah yang Terzalimi mencoba mendudukkan masalah poligami secara proposional sesuai tuntunan Islam. ada di http://www.sarana-hidayah.com
 24 poligami
Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 17-03-2008 07:32 , IP: 118.137.10.40
Yakin "Semua" Laki2 mau poligami, perhatikan tanda kutip pada kata "semua", dan kalau ada laki2 yg menolak poligami "pasti" laki2 tersebut sudah terjerembab kedalam jurang "kemunafikan" karena Allah SWT, sudah menetapkan setiap "makhluk jantan" akan punya naluri poligami, silahkan perhatikan, baca, analisa, semua fenomena2 di alam ini yg sudah menjadi hukum semesta, sebagai suatu kreasi yg agung, disitu sudah ada jawabannya...!!!, jika ada wanita yg menolak poligami, pertama kali buktikan dulu bahwa fisiknya tidak akan pernah berubah sepanjang usianya, sedangkan laki2 pada fisiknya tdk ada perubahan yg drastis dr sejak dia remaja sampai dia meninggal. 
Jika ada laki2 yg menolak poligami...terus terang ke-laki2annya itu harus di pertanyakan...?se-tidak2nya didalam hati setiap laki2 normal pasti punya "NIAT" & "KEINGINAN", hanya faktor nyali dan situasi saja yg menyebabkan dia tidak berpoligami. 
Alam sebenarnya melarang keras wanita yg memonopoli seorang laki2 hanya untuk dirinya sendiri (egois), karena menghilangkan hak2 wanita2 yg lain. 
Jika penjara dunia di penuhi oleh laki2, salah satu trigernya adalah demi untuk memenuhi ego2 para wanita dan jika penjara akhirat dipenuhi oleh wanita (seperti sabda Rasulullah)itu juga karena dipenuhi oleh wanita2 yg egois...!!!
 25 Written by This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it website, on 03-05-2008 12:58 , IP: 125.163.77.224
Inilah tulisan yang benar-benar tulus dari seorang akhwat. Dan sebenarnya tulisan yang paling menarik adalah yang diakhir naskah ini, yang merupakan ungkapan tulus seorang akhwat. Mudah-mudahan saya doakan mendapatkan jodoh yang sholeh
 
< Prev   Next >

 
 
kitty.gif
best view..

on 1024 x 768 pixel

with Latest Version of

Mozilla Firefox

& Opera

 

-

new posts..
advertise..

Advertise

Pesen Snack di Sini!

Belanja di ModeKidz!

Domain Shop! - just create and register your own domain here, its cheap! price start at Rp. 27.600,-/year!

Web Hosting! - berbagai macam layanan hosting dari JogjaMedianet.

Hot Review - a movie review that must be read before your watch.

Human Relationship - you must read this, all about human relationship in black and white.

Ciqal's Handicraft - a handicraft outlet of Center for Improving Qualified Activity in Live of people with disabilities.

JogjaMedianet! - The Real Broadband Provider in Yogyakarta. Layanan : TV Kabel, Internet Kabel (HFC Network), Internet Wireless, Koneksi IIX, Datacenter.

BaliMedianet! - The Real Broadband Provider in Bali. Layanan : Internet Wireless, Koneksi IIX, Datacenter.

KebumenMedianet! - The Real Broadband Provider in Kebumen. Layanan : Internet Wireless, Koneksi IIX, Datacenter.

SiCerdik! - kunjungi Situs Cerdas dan Mendidik persembahan PT. SIMS.

Ovulation Calendar - an ovulation prediction program that uses menstrual cycle information to generate your personal fertility calendar, and lets you choose the gender of your baby.

 

 
blogroll...

aad aLe amma antobilang alex budianto arie subowo anangku andhika arezk asri tadda arya perdhana annots arie wibowo az-fa awandiga andress agus syafii adi wirasta aribowo-ayahshiva andi bagus beve berlian ratnasari bayu boy bunda key bina iman babenya alif cacing cinema reviews daridapur dewie sekar dhie dian dhona subroto diana winarno diditjogja dipto dhira didut dian ellya endang purwanti entik fame fertob fa on 3D gallery fa hilda hoeda hoedan hariadhi hahan isna intan ariestya ida safyan isma istantina indra pr isnuansa informasi beasiswa johan firdi kitafoto ketua rw08 kw kailani kiki kopata linto luigi pralangga mae astee maryulis max meli meyrinda munawir cak moki monik myhammies maia maia&friends mas is ndutipul ndaaah nia nurul nabila nadiah alwi nurnisa nanda nunik nisa pepeng priyayisae pangsit priyadi peluang kerja peluang usaha rhien rahmat aini rini noer review film soni simbok ve triadi tata tikabanget tooopics unai uthie wiedy w@hyu yanti yahya nugroho zam-jogja zawaa

 

Hosted by Jogja Medianet © 2007 ArdiFa